

Anda ingin berbisnis dengan modal yang sedikit?
Saya tawarkan solusi kepada anda.
Kami menyediakan tas dengan design baru, bahan baru dan cocok untuk segala situasi. Bisa dijual pada pelajar, mahasiswa, cewek2 yang seneng gaul di mall, untuk ibu2 pengajian, tas sekedar jalan2.
Anda bisa jadi distributor di kota anda. bila anda berminat atau membutuhkan informasi bisnis ini, hubungi kami di:
sms online : 08121492015 atau 087877560979
atau email : akhiniez@yahoo.com
Archive for October 2008
posted by Anis Fuad on bisnis
posted by Anis Fuad on kesehatan
Berikut adalah tulisan yang saya dapat dari mailing list. Angin duduk atau dalam dunia medis disebut angina pectoris ini pernah memakan korban 2 teman saya yang mati muda karena penyakit ini.
Angin Duduk sama dengan Sindrom Jantung Koroner Akut. Hanya dalam 15 menit sampai 30 menit, orang yang terserang angin duduk bisa meninggal. Padahal, penderita, sebelumnya terlihat sehat-sehat saja. Dunia kedokteran selama dua tahun terakhir berhasil mengidentifikasi istilah baru penyakit jantung yang akrab disebut angin duduk. Ternyata, penyakit ini tak sekedar masuk angin berat, tetapi identik dengan sindrom serangan jantung koroner akut (SSJKA). Teridentifikasinya istilah ini, menurut Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof DR dr. Teguh Santoso, SpPD, di Jakarta, pekan lalu. Menandai sebuah koreksi besar terhadap mitos yang berkembang di masyarakat selama ini. Bahwa masuk angin hebat itu adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama. Jadi kata Teguh lagi, jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. Segeralah pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan gawat darurat jantung. Ingat!. Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama.
Sindrom serangan jantung koroner akut merupakan penemuan terbaru akhir banyak disikapi masyarakat dengan tindakan yang salah. Misalnya, penderita dikerok, diberi minuman air panas, atau diberi ramu-ramuan untuk mengeluarkan angin. Padahal, penderita bisa meninggal mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit. Gejalanya: Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti :
* Rasa ditekan
* Rasa diremas-remas, menjalar ke leher, lengan kiri dan kanan, serta ulu hati.
* Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin.
Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu, serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag. Sumber masalah sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi). Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal:
Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi.
Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus);
Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus.
Keempat, infeksi pada pembuluh darah.
Penyempitan itu, lanjutnya lagi, mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung. Ketidak-seimbangan pasokan dengan kebutuhan oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dala m istilah medisnya disebut angina.
Namun kata Teguh, hendaknya dibedakan antara keluhan nyeri pada sindrom serangan jantung koroner akut (SSJKA) dengan serangan jantung koroner (SJK) (infark miokard). Pada SJK, angina terjadi akibat sumbatan total pembuluh darah jantung karena aktivitas fisik yang berlebihan. Sementara pada SSJKA angina terjadi akibat sumbatan tidak total yang dirasakan saat istirahat. "SSJKA ini memang mendadak. Bukan karena capek, masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. Biasanya penderita akan meninggal paling lama lima belas menit setelah keluhan rasa nyeri pertama kali dirasakan" , kata Teguh. Masyarakat diminta waspada terhadap keluhan angina ini. Soalnya penderita sebelum terserang akan tampak sehat -sehat. Solusi satu-satunya hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat anti platelet (sel pembeku darah) dan anti koagulan. Atau, obat untuk mengantisipasi ketidak-seimbangan supplai oksigen dan kebutuhan oksigen. Misalnya nitat, betabloker, dan kalsium antagonis. Di tempat terpisah. Ahli jantung RS Jantung Harapan Kita dr. Santoso Karo-Karo MPH:, SpJp mengungkapkan kondisi rumah sakit di Indonesia tidak terlalu bisa diharapkan untuk pengobatan SSJKA. Rumah sakit terkesan lambat menangani pasien. Untuk itu ia menyarankan agar penderita yang sudah tahu bahwa dirinya memiliki gangguan jantung sebaiknya membawa tablet antiplatelet ke manapun ia pergi. Obat antiplatelet yang paling murah dan gampang di cari adalah aspirin. Obat ini selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri dan melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh thrombosit atau platelet (sel pembeku darah).
posted by Anis Fuad on keluarga, rumah, surga kami
Jam 20.00, akhirnya kami bisa bernafas lega. 2 anak kami sudah tidur semua. Maklum lebaran hari keempat asisten rumah tangga alias pembantu belum datang juga padahal janji Sabtu pagi tadi dia mau datang. Kita jadi maklum, sudah kebiasaan dia, jika janji habis pulang kerumah orangtuanya, dia akan kembali pasti telat satu hari.
Nah, Kebiasaan kami setelah lelah bekerja atau juga mengurus anak adalah duduk diteras belakang rumah. Teras belakang rumah sengaja kami buat didepannya sebuah taman dan kolam dikelilingi tanaman hias. Ini obat penat kami.
Malam ini kami buat teh hangat.Tehnya teh tong tji premium aroma melati (ini bukan pesan sponsor loh!). Saya kebetulan suka sekali dengan jeruk nipis. So, saya buatlah teh jeruk nipis hangat, mantappp segar!. Selain minum teh, malam seperti ini enaknya makan mie rebus. Mienya rasa koya jeruk nipis, hehehe jeruk nipis lagi tapi memang bikin badan segar kok. Oh ya, tadi juga ada sisa makan malam, makaroni dar pizza a la chef anis (mau resepnya? Klik di sini). Mmmmhhmmi, duduk ngaso di taman bersama istri sambil minum teh dan makan mie serta makaroni dar pizza memang menyenangkan. Malam tenang, sejuk dan santai membuat tubuh kembali pulih dari capek. Ngobrol dengan istri membicarakan anak dan aneka obrolan keluarga membuat malam ini menjadi cozy.... malam yang menyenangkan..
posted by Anis Fuad on kuliner, makanan, resep
Kebiasaan saya, jika ada dirumah dan dalam keadaan lapar saya sering coba-coba resep makanan, trial and error sih. Tapi selama ini selalu berhasil. Nah salah satunya Makaroni Dar Pizza. Kenapa dinamakan seperti itu? Karena makaroni saya campur dengan telur dan jadilah pizza dadar dengan campuran makaroni. Kata istriku enak. Makanya saya ingin berbagi dengan anda. Ini resepnya.
*15 batang makaroni panjang merek la fonte, dipotong tiga bagian.
*2 butir telur ayam
*Merica bubuk secukupnya
*Garam secukupnya
*Bawang merah 8 siung, iris tipis.
*Bawang putih 6 siung, iris tipis.
*Bawang Bombay 1/2 siung, iris tipis.
*Daun bawang 2 batang, iris.
*Saos tomat dan saos sambal.
*Lebih lengkap jika anda punya daging kornet/sosis/daging sapi dipotong dadu/daging cincang/daging ayam (sesuai seleraanda)
Cara membuatnya:
Makaroni di rebus selama 15 menit (waktu tergantung selera anda terhadap kekenyalan makaroni, ingin empuk sekali ya agak lebih lama). Tips untuk anda, jika makaroni anda ingin lebih terasa dan tidak hambar, rebus makaroni dengan garam dan merica bubuk (dijamin makaroni anda rasanya bisa nendang!). Kemudian, setelah dirasa cukup, rebusan makaroni ditiriskan. Lalu, masukkan 2 butir telur bersama makaroni tersebut. Kocok. Masukkan pula irisan bawang merah, putih, bombay dan daun bawang (jika anda tidak suka bawang merah, putih dan bombay mentah, anda juga bisa menumisnya lalu masukkan dalam adonan telur dan makaroni). Jangan lupa masukkan garam dan merica bubuk secukupnya. Jika anda suka dengan penyedap rasa (MSG/Royco/Masako) tambahkan secukupnya.Masukan pula daging-dagingan pilihan selera anda tadi. Kocok sampai rata. Siapkan pinggan/kenceng dengan minyak sayur sebanyak 4 sendok makan, ratakan minyak ke seluruh permukaan pinggan. Panaskan dengan api kecil. Masukkan adonan, ratakan. Persis seperti masak martabak mie atau dadar. Jika sudah matang. Sajikan dalam piring. Santap dalam keadaan hangat di tambah dengan saos sambal dan saos tomat. Mmmmhhh mengundang selera kan? Selamat mencoba!
posted by Anis Fuad on kuliner, makanan, resep
Di keluarga kami, ada minuman kesukaan kami dan sangat mudah membuatnya. Bahannya juga gampang. Minuman ini segar banget apalagi kalo diminum siang hari, really segar! Ini minuman khas asli ide istriku, Dwi. Sejak awal pernikahan kami hingga saat ini, minuman ini pasti terhidang. Mau tahu.. tempe juga boleh! Yuukkk!
Ini bahannya:
- Jeruk nipis 1 buah (kalo seneng asem boleh tambah satu lagi)
- Gula putih (7-10 sendok makan) dicairkan dengan air panas
- Air dingin matang 500 ml
- Pepaya matang (kalo mentah itu buat bikin asinan bogor aja ya... mmm enak juga!)
Kalo di rumah kami, cukup itu saja tapi jika anda suka variasi, silahkan tambah, apel, anggur dan melon atau buah-buahan kesukaan anda.
Cara membuatnya, peras jeruk nipis ke dalam air dingin matang kemudian tambahkan gula yang sudah di cairkan, kemudian potong kecil dadu buahan2an tadi (potongan apapun sebenarnya ok, ga masalah)
Nah campur deh semuanya. Jangan lupa tambahkan es batu. Dingin segar nikmaaaaat! Siap diminum. Gampang banget kan? Selamat mencoba!
posted by Anis Fuad on intermezzo, islam, keluarga
Idul Fitri bagi semua orang adalah momen paling baik untuk berkumpul dengan sanak saudara. Termasuk bagi pembantu kami di rumah. Tahun ini, kami berlebaran di rumah orangtuaku di Penancangan, Serang. Kami masih bisa disebut mudik karena kita harus hijrah dari satu daerah ke daerah lain. Walaupun jaraknya dapat ditempuh hanya dalam waktu 15 menit saja (hehehe maksa banget) :) .
kompleks rumahku hanya tetangga kelurahan dengan kelurahan orangtuaku. Anak dari orang tuaku berjumlah 6 orang termasuk aku ditambah 5 cucu. Rumah menjadi ramai dan sesak karena seluruh anggota keluarga akhirnya lengkap berkumpul. Tahun-tahun sebelumnya memang selalu tidak lengkap. ditambah lagi satu orang adik ibuku (bibi kami) yang memang rumahnya berdekatan dan selalu berkumpul dan main kerumah orangtuaku. Nah, berhubung pembantu dirumah orangtuaku pulang kampung. Maka pekerjaan rumah menjadi tanggung jawab kita bersama. Kebetulan juga ibuku penjual kue pesanan, maka pekerjaan rumah pun bejibun. Semua orang punya job masing-masing. Nah, giliran kita berdua kebagian kerjaan. Biasanya para pasangan di malam takbiran, berkeliling kota. Bagi kami pasangan suami istri bukan jamannya lagi berdua-duaan bergaya anak muda. Malam takbiran kami isi dengan mencuci piring. Ya, kami berdua bertakbiran sambil cuci piring peralatan makan dan masak yang seabrek-abrek bekas makan berbuka dan peralatan masak bekas ibu memasak kue. Alhasil kita diledeki oleh ibuku “mojok di bawah keran pancuran air cucian.” Hehehe ini Pacaran gaya baru. Pacaran sambil memperkuat kekompakan keluarga kami dengan mencuci piring. Sambil elus-elus piring, mangkok, gelas, sendok, garpu, pisau, panci dan pinggan alias kenceng kita juga bisa colek-colekan mesra dan menggoda. Hehehe cucian deh luh, pacaran kok sambil cuci piring!
posted by Anis Fuad on islam
Bagi saya, Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terburuk sepanjang hidup saya. Semua targetan ibadah tidak terlaksana dengan baik. Sedih. Namun hikmah Ramadhan tahun ini setidaknya ada sedikit yang bisa aku petik. Saya terenyuh bercampur kaget ketika menerima telepon dari teman lamaku di Solo. Namanya tidak usah aku sebut. Waktu sahur di Ramadhan ke-29 saya menerima telepon darinya. Aku kaget, tidak biasanya temanku menelepon. Pasti ada hal penting yang harus ia sampaikan kepada saya. Dalam keadaan kaget dan bertanya-tanya akhirnya saya terima teleponnya. Nah, yang membuat saya terkaget-kaget, terkesima dan terenyuh, dia menawarkan proyek sebagai tim pemenangan calon anggota DPD dari daerah Jawa Barat. Wow, dia yang saya kenal dahulu adalah seseorang yang apolitis malah menjadi politisi. Dia menyebutnya dagangan politik.
“Nis, hidup ini pragmatis, saya harus belajar politik!” kurang lebihnya saya tangkap dari perkataannya.
“Saya punya banyak jaringan di Jakarta,” dia sebutkan beberapa nama tokoh politik terkenal dari beberapa parpol termasuk juga calon anggota DPD tersebut.
“Nah, kamu bisa tidak tolong kita untuk bantu-bantu di Daerah Jawa Barat?” pinta dia.
“Waduh mas, posisi saya di Banten!” jawabku.
Karena tidak sesuai harapan,akhirnya kita ngobrol sekenanya. Ada pertanyaan yang sempat menggelayut dipikirkan saya dan akhirnya saya utarakan:
“Mas, panjenengan masih ngaji Salaf?”
“Wah, semua itu adalah wadah, bukan jaminan kita masuk surga toh? Saya harus realistis, kita harus bertahan hidup, saya sekarang berkecimpung di Politik, yang penting apa yang bisa kita jual!”
“Oh, jadi sudah tidak ngaji lagi?” tanyaku penasaran.
“Sudah tidak!”
Seingatku, dia adalah teman berdebatku tentang ajaran salafy di Indonesia. Dia dulu pernah jadi aktivis Salafy dan Laskar Jihad. Dia orang orang yang menyerang demokrasi sebagai sistem yang tidak baik. Namun kali ini realitas yang kudapat berbalik 180 derajat. Perubahan paradigma yang radikal. Dia menjadi pragmatis. Mungkin pengaruh hidup yang mengelilinginya. Sejak dua tahun lalu dia diangkat jadi CPNS guru. Namun katanya SK PNS belum turun ketangannya.
“Kita tidak bisa hidup mengandalkan dari itu saja, harus ada jalan lain. Akhirnya saya harus terjun ke dunia politik, yang penting menghasilkan dan ada yang dijual” Katanya,
Saya punya dua pelajaran hidup yang didapat dari kejadian itu. Pertama, jika Sutrisno Bachir bilang hidup adalah perbuatan, bagi saya hidup adalah pilihan. Ya, banyak pilhan hidup didepan mata kita. Kita tinggal memilih mana yang menurut kacamata hidup kita anggap benar. Tiap orang berbeda pilihan. Pilihan pun kadang tidak pernah tetap ada kalanya harus berubah. Seperti kawan saya tadi. Di perkuat lagi dengan perubahan kawan saya yang lain dan sempat kontak dengannya lewat Friendster dan SMS. Temanku yang satu ini pernah Atheis saat kuliah bersamaku. Namun di tahun ini, setelah melihat komentar-komentarnya di buletin Friendster, saya sangat kaget, dia sekarang lebih relijius dan kritis. Luar biasa.
Kedua, perubahan teman yang kuceritakan pertama tadi, bisa jadi pengaruh dari pandangan hidup itu perlu uang, uang dan uang. Betul, hidup ini ternyata selalu terkait dengan uang. Ujung-ujungnya duit. Dijaman sekarang urusan apa yang tidak terkait dengan uang? Saudaraku saja, selama hidupnya sampai saat ini, yang aku tahu dia selalu mengalami kesulitan uang, keributan keluarganya selalu disebabkan oleh uang. Sekecil apapun uang, ia selalu menjadi masalah. Uang menjadi tuhan yang tidak kita sadari. Dia hadir dan akhirnya memerintahkan hati kita untuk menyembahnya. Setidaknya aliran darah kita tak terlepas dari “zikir” bagaimana mendapatkan uang. Uang menjadi berhala. Naudzubillah. Pernah ingat kasus si raja Jagal Ryan? Dia menjadi penjagal karena gaya hidupnya yang diperbudak uang dan kemewahan. Bayanganku, ini adalah keberhasilan kapitalisme meracuni umat manusia, khususnya orang Islam. Hebat, luar biasa apa yang dilakukan kapititalisme.
Pikiran saya sambung-sambungkan dengan kondisi umat Islam saat ini dan kecenderungan yang dilakukan meraka di bulan Ramadhan ini. Bulan Ramadhan menjadi bulan yang konsumtif. Anggaran belanja di bulan Ramadhan mendadak berubah menjadi dua kali lipat. Silahkan saja kita tanya pada Orangtua, istri, atau tetangga-tetangga kita. Belum lagi kecenderungan harga barang keperluan keluarga naik drastis jika memasuki Ramadhan apalagi menjelang lebaran. Seakan bagi dunia bisnis, Ramadhan adalah bulan berkah bagi kaum kapitalis dan pedagang. Ramadhan dan umat Islam adalah pasar potensial yang dapat dikeruk. Ada kapitalisasi puasa di setiap bulan Ramadhan. Agama seakan dijual. Program televisi, hingga mal-mal yang perang diskon menandakan bahwa ujung dari keberagamaan kita ujungnya bermuara pada uang. Kesolehan menjadi komoditas yang bisa diperjual belikan, diciptakan dalam satu bulan saja. Sedih. Sedih karena ini akan selalu berlaku disetiap Ramadhan sepanjang tahun. Uang telah menguasai kita.
