dwilovaniez

Kami, kini dan Akan Datang

Cinta Kami

keabadian cinta adalah ketika kita dapat bersyukur atas karunia dJJI dan kemudian Allah membalas kepada kita dengan syurga yang isinya adalah orang-orang terdekat yang kita cintai dan orang-orang sholeh.

Rumahku, Blogku, Surgaku

Blog ini adalah catatan kecil diskusi keluarga kami di rumah. Catatan kehidupan keluarga kami. Perspektif kami terhadap dunia. Rumah kami adalah Surga kami. Blog kami adalah gambaran Surga kami di dunia.

baca selanjutnya...

Bijaksana ber-twitter: Sejarah RT dan penggunaannya

Ada banyak salah kaprah pemahaman RT dalam penggunaan twitter. Retwit di maknai sebagai Reply To. Ini adalah hasil copas dari blog seorang teman yang nyentil banget kebiasaan kita nyampah pake RETWEET di twitter.  ini dia
baca selanjutnya...

Perbedaan Implementasi, Evaluasi dan Monitoring

Konsep Implementasi menurut Meter dan Horn (1975) merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh suatu institusi (pemerintah atau swasta) baik secara individu maupun kelompok yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan sebagaimana dirumuskan di dalam kebijakan. Wibawa (2005:16) menjelaskan bahwa kegiatan implementasi mulai berlangsung pada tahap penyusunan program hingga eksekusi program. Contoh dari implementasi kebijakan adalah Pemerintah menentukan kebijakan Pengentasan Kemiskinan. Kemudian menyusun program dengan melakukan langkah berikut  (1) mengidentifikasi masalah kemiskinan yang harus di intervensi, (2) menegaskan tujuan apa yang harus dicapai dalam kebijakan pengentasan kemiskinan?  (3) Merancang struktur proses implementasi. Maka salah satu program muncullah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Kemudian secara implementatif PNPM Mandiri diterjemahkan secara operasional menjadi proyek-proyek tertentu berdasarkan kebutuhan sasaran program (Masyarakat Desa).
baca selanjutnya...

Implementasi, Evaluasi Implementasi dan Evaluasi Dampak

Perbedaan studi implementasi, evaluasi implementasi dan evaluasi dampak dapat dilihat dari substansi kebijakan. Menurut Samoedra Wibawa (2005:3) Kebijakan secara substantif terbagi menjadi dua aspek, yaitu Aksi dan Konsekuensi Kebijakan. Dalam Aksi kebijakan merupakan suatu aktifitas yang dimulai dari input dan proses. Guna mencapai tujuan kebijakan, pemerintah harus melakukan aksi atau tindakan berupa penghimpunan sumberdaya dan pengelolaan sumber daya tersebut. Hasil dari aksi pertama dapat disebut input kebijakan dan aksi yang kedua secara terbatas disebut sebagai proses (implementasi) kebijakan. sedangkan konsekuensi kebijakan memiliki dua jenis pemahaman yaitu output dan dampak.  Output adalah barang, jasa, atau fasilitas  lain yang diterima oleh sekelompok masyarakat tertentu, baik kelompok sasaran maupun kelompok lain yang tidak dimaksudkan untuk disentuh oleh kebijakan. Output biasanya berupa dampak jangka pendek. Sedangkan dampak adalah perubahan kondisi fisik maupun social sebagai akibat dari output kebijakan. Dampak disini yang dimaksud adalah dampak jangka panjang.
baca selanjutnya...

Agar postingan bisa di share ke berbagai Situs Social Media

 Diantara kita pasti ingin tulisan/postingan di blog kita bisa dishare lewat facebook, twitter dan beberapa akun situs media sosial milik kita. Nah Add to any mengediakan fasilitas itu di blogger. Caranya:

*Buka Layout > Edit HTML

*ceklist Expand Widget Templates
*dalam template kode, cari pakai fasilitas find (cari) di browser's  kamu dengan ketik ctrl + f (manualnya Edit --->  Find)
*setelah ketemu , paste dibelakang kode tersebut:

<!-- AddToAny Share/Save BEGIN -->

<br/><a class='a2a_dd' href='http://www.addtoany.com/share_save'><img alt='Share/Bookmark' border='0' src='http://static.addtoany.com/buttons/share_save_171_16.png' width='171' height='16'/></a><p class='a2a_linkname_escape' style='display:none'><data:post.title/></p><script type='text/javascript'>a2a_linkname_escape=1;a2a_linkurl="<data:post.url/>";</script><script src='http://static.addtoany.com/menu/page.js' type='text/javascript'></script>

<!-- AddToAny Share/Save END --&gt

*klik Save  template.. jadi deh.... baca selanjutnya...

social networks and government

What are Social Networks?

 

Social networking sites are websites that connect people. In these online communities, people can join (for free) and at a minimum, establish a page with their profile.
The most popular, MySpace and Facebook, also have groups, which are feature–rich chat boards for members. A popular professional social networking site, LinkedIn, offers sections for jobs, service provider recommendations, and questions. All allow users to find people they know among the members, or look for other members with similar interests or affiliations. These sites make it easy to establish networks of contacts. Other Web 2.0 technologies, such as Wiki products (e.g., WikiMedia) and photo–sharing sites (e.g., Flickr), also have social networking aspects to them.
baca selanjutnya...

Met Menjalankan Ibadah Puasa


baca selanjutnya...

Peran Social Media Networking for Gov 2.0 di Indonesia[1]

Oleh Anis Fuad[2]
Abstrak
Potensi besar facebook dan beberapa situs jejaring social (Social Media Networking) lainnya tidak pernah dilirik banyak orang dalam bidang kepemerintahan khususnya penyelenggaraan e-government di Indonesia. Sedikit para pelayanan publik memanfaatkan Social Media Networking untuk melayani dan mendekatkan diri pada masyarakat. Sedikit pula para pembuat kebijakan memahami bahwa Social Media Networking bisa menjadi alat bantu untuk mengumpulkan berbagai masukan dari masyarakat dalam membuat suatu kebijakan. Melayani masyarakat hingga membuat suatu kebijakan yang partisipatif lewat e-government sesungguhnya tidak perlu rumit dan mahal. Faktor terpenting dalam menjalankan pemerintahan di abad ini adalah kreatif, inovatif dan berfikir efektif serta efisien. Untuk menciptakan partisipasi masyarakat yang begitu massif sesungguhnya tidak membutuhkan biaya mahal. Manfaatkan teknologi yang ada, lihat teknologi apa yang berkembang di masyarakat dan ikutilah arus mereka (masyarakat).
Kata Kunci: E-gov, Social Media Networking, Gov 2.0, partisipasi
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Saat ini, facebook telah menjadi keseharian bagi 25,912,960 orang Indonesia[3]. Namun disaat yang sama banyak orang khawatir dengan dampak yang ditimbulkan facebook. Beberapa waktu lalu media massa memberitakan ada banyak kejadian negatif yang semuanya timbul karena penyalahgunaan situs jejaring sosial terpopuler di dunia ini. Facebook menjadi tersangka dari maraknya kejahatan seperti penculikan, penipuan, pelacuran hingga pencemaran nama baik.
Namun tentu kita juga ingat, betapa efektifnya peran media jejaring sosial (Social Media Networking) yang dimanfaatkan Barack H. Obama sebagai alat kampanye dan penarik simpati massa di pemilihan Presiden Amerika 2008 lalu. Facebook dan beberapa media jejaring sosial lainnya berhasil membantu memenangkan Obama menjadi Presiden Amerika Serikat. Kelatahanpun terjadi di Indonesia. Banyak politisi memanfaatkan facebook sebagai media kampanye mereka di Pemilu 2009 lalu dan juga berhasil. Facebook-pun telah memberikan jasa besar bagi perkembangan demokratisasi di Indonesia.
Kita tidak mungkin lupa bagaimana perjuangan Prita Mulya Sari yang dibangun para “facebooker” dan netizen menghantam ketidakadilan hukum di dunia nyata. Istilah “cicak dan buaya” menjadi terkenal didunia maya dan memunculkan Bibit-Chandra sebagai aktor utama dalam gerakan massif facebooker mendukung perjuangan gerakan anti-korupsi dan kriminalisasi KPK.
Bagi penulis, inilah potensi besar facebook dan beberapa situs jejaring sosial lainnya yang tidak pernah dilirik banyak orang dalam bidang kepemerintahan khususnya penyelenggaraan e-government (e-gov) di Indonesia. Sedikit para pelayanan publik memanfaatkan facebook untuk melayani dan mendekatkan diri pada masyarakat. Sedikit pula para pembuat kebijakan memahami bahwa facebook bisa menjadi alat bantu untuk mengumpulkan berbagai masukan dari masyarakat dalam membuat suatu kebijakan.
Potensi besar facebook ini mengingatkan pada praktek e-gov di Indonesia yang masih jalan ditempat karena berbagai alasan. Dana yang besar untuk membangun infra dan suprastruktur hingga keterbatasan sumber daya manusia.
baca selanjutnya...

Suku Baduy


Saidam, salah satu warga baduy luar.
baca selanjutnya...